Rabu, 04 Maret 2009

DASAR-DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM

DASAR-DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM
A.PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM

1.Konsep Kurikulum

a.pengertian

Dalam bahasa l;atin kurikulum berarti”lapangan pertandingan”(race course)yaitu arena tempat peserta didik berlari untuk mencapai finish, Baru pada tahun 1955istilah kurikulum dipakai dalam bidamg pendidkan. Bila ditelusuri ternyata kurikulum mempunyia berbagai macam arti,yaitu:

1. Kurikulum diartikan sebagai rencana pelajaran
2. pengalaman belajaryang diperoleh murid dari sekolah
3. rencana belajar muird

Menurut UU No.2 tahun 1989 kurikulum yaitu seperangkat rencana dan peraturan, mengenai isi dan bahan pelajaran, sertacara yang digunknnya dalam menyelenggarakan kegiatn belajar mengajar. Bayak pendapat mengenai arti kurikulum, Namun inti kurikulum sebenarny6a adalah pengalaman belajar yang banyak kaitannya dengan melakukan brrbagai kegiatan, interaksi sosial, di lingkungan sekolah, proses kerja sama dengan kelompok, bahkan interaksi denagn lingkungan fisik seperti gedung sekolah dan ruang sekolah. Dengan demikian pengalaman itu bukan sekedar mempelajari mata pelajaran,tetapi yang terpenting adalah pengalamankehidupan.

b.Kurikulum dan Pengajaran

Pengertian kurikulum yang sangat luas pada akhirnya dapat membingungkan para guru dalam mengembangkan kurikulum sehingga akan menyulitkan dalam perencanaan pengajarannya.

Menurut Ralph.W.Tyler, ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab dalam proses pengembangan kurukulum dan pengajaran yaitu:

1. Tujuan apa yang hendak di capai?

2. pengalaman belajar apa yang perlu di siapkan untuk mencapai tujuan?

3. bagaimana pengalaman belajar itu di organisasikan secara efektif?

4. bagaimana menentukan keberhasilan pencapaian tujuan?

Jika kita mengikuti pandangan Tyler, maka pengajaran tidak terbatas hanya pada proses pengajaranterhadap satu bahan tertentu saja, melainkan dapat pula diterapkan dalam pengajaran untuk satu bidang studi / pengajaran di sekolah.

Demikian pula kurikulum dapat dikembangkan untuk kurikulum suatu sekolah bidang studi atupun kurikulum untuk suatu bahan pelajaran tertentu.

c.Komponen-Komponen kurikulum

1. Tujuan, Yaitu arah/sasaran yang hendak dituju oleh proses penyelenggaran pendidikan

2. Isi Kurikulum, Yaitu pengalaman belajar yang di peroleh murid di sekolah.pengalaman-pengalaman ini di rancang dan di organisasikan sedemikian rupa sehingga apa yang diperoleh murid sesuai denagn tujuan

3. metode proses belajar mengajar yaitu cara muri memperolehpengalaman belajaruntuk mencapai tujuan

4. Evaluasi yaitu cara untuk mengetahui apakah sasaran yang ingin di tuju dapat tercapai atau tidak

2.Fungsi dan Cara Mengembangkan Kurikulum

Fungsikurikulum ialah sebagai pedoman bagi guru dalam nelaksanakan tugasnya. Selain itu kurikulum berfungsi sebagai:

Ø Preventif yaitu agar guru terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang ditetapkan kurikulum

Ø Korektif yaitu sebagai rambu-rambu yang menjadi pedoman dalam membetulkan pelaksanaan pendidikan yang menyimpng dari yang telah digariskan dalam kurikulum

Ø Konstruktif yaitu memberikan arah yang benar bagi pelaksanaan dan mengembangkan pelaksanaannya asalkan arah pngembangannya mengacu pada kurikulum yang berlaku

Setelah itu kita perlu mengetahui langkah-langkah pengembangan kurikulum,yaitu sebagai berikut:

1. Menentukan tujuan, Rumusan tujuan di buat berdasarkan analisis terhadap berbagai tuntutan kebutuhan dan harapan

2. Menentukan isi, merupakan materi yang akan di berikn kepada murid selama mengikuti proses pendidikan belajar mengajar

3. Merumuskan kegiatan belajar mengajar, Hal ini mencakuppenentuan metode dan keseluruhan proses belajar mengajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan

4. Mengadaka evaluasi

B.LANDASAN DAN TINGKATAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

1.Landasan

Pada umumnya dalam membina kurirkulum kita dapat berpegang pada asas-asas berikut:

ü Asas filosofis

Landasan filosifis memberikan arah pada semua keputusan dan tindakan manusia, karena filsafat merupakan pandangan hidup, orang, masyarakat, dan bangsa.

Dalam kaitannya dengan pendidikan filsafat memberikan arah pendidikan seperti hakikat pendidikan, tujuannya, dan bagaiman cara mencapai tujuan. Oleh karena itu,wajar apabila kurikulum senantiasa bertalian erat dengan filsafat pendidikan, karen afilsafat mementukan tujuan yang hendak dicapai dengan alatyang di sebut kurikulum.

ü Asas psikologis

Asas ini berkenaan dengan perilaku manusia. Landasan psikologis berkaitan dengan cara peserta didik belajar, dan faktor apa yang dapat menghmbat kemuan belajar mereka selain itu psikologis memberikan landasan berpikir tentang hakikai proses belajar mengajar dan tingkat-ingkat perkembanganpeserta didik. Kurikulum pada dasarnya disusun agar peerta diik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik ini berarti bahwa kurikulum dan pengajaran yang dilaksanakan dengan mempertimbangkan peserta didik sebagai peserta utama dlm proses belajar mengajar akan lebih meningkatkankeberhasilan kurikulum, daripada kurikulum yang mengabaikan faktor psiklogis peserta didik

ü Asas sosiologis

Asas ini berkenaan dengan penyampaian kebudayaan, proses sosialisasi individu dan rekontruksi masyrakat, Landasan sosial budaya ternyata bukan hanya semata-mata digunaka dalam mengembangkan kurikulum pada tingkat nasional, melainkan juga bagi guru dalam pembinaan kurikulum tingakt sekolah atau bahka tingkat pengajaran

ü Asas Organisatoris

Asas ini berkenaan dengan organisasi kurikulum.Dilihat dari organisasinya ada tiga tipe bentuk kurikulum:

1. Kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah(separated subject curriculum)

2. Kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran yang sejenis di hubung-hubungkan(Correlated curriculum)

3. Kurikulum yang terdiri dari peleburan semua/ hampir semua mata pelajaran(integrated curriculum)

2.Prinsip yang Dianut dalam Pengembangan Kurikulum

Ada sejumlah prinsip yang digunakan dalam pengembangan kurikulum,diantaranya:

a. Prinsip relevansi, Kurikulum dan pengajaran harus disusun sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan kehidupan peserta didik

b. Prinsip efektifitas, Berkaitan dengantingkat pencapaian hasil pelaksanaan kurikulum

c. Prinsip efisiensi, Berkaitan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, dana, dan sarana yang dipakai dengan hasil yang diperoleh

d. Prinsip kontinuinitas, Kurikulum berbagai tingkat kelas dan jenjangpendidikan disusun secara berkesinambungan

e. Prinsip Fleksibilitas,disamping program yang berlakuuntuk semua anak terdapat pula kesempatan bagi amak mengambil program-program pilihan

f. Prinsip integritas, kurikulum hendaknya memperhatiakn hubungan antara berbagai program pendidikan dalam rangka pembentukan kepribadian yang terpadu

3.Tingkatan dalam Pengembangan Kurikulum

a.Pengembangan tingkatan institusional

Meliputi kegiatan pengembangan tujuan-tujuan institusional dan struktur program

b. Pengembangan tingkatan bidang studi / mata pelajaran

Setelah bidang-bidang studi di tentukan langkah selanjutnya ialah mengembangkan GBPP,dengan menempuh langkah sebagai berikut:

1. Menetapkan tujuan-tujun kurikuler dan tujuan intruksional umumtiap bidang studi

2. Mengidentifikasi topik-topik /pokok bahasan yang diperkirakandapat dijadikan sebagai bahan untuk dipelajari oleh murid agar mencapai tujuan yang telah dirumuskan

3. Memilih topik-topik yang paling relevan, fungsional,efektif dan kemperhensif bagi pencapaian tujuan yang telah din identifikasikan

4. Memetapkan metode dan sumber belajar untuk tiap kelompok pokok bahasan

c.Pengembangan tingkat operasional / kelas

Uraian tentang pengembangan tingkat operasional ini lebih di tekankan pada usaha guru dalam mengembangkan lebih lanjut GBPP.

C.PENINGKATAN RELEVANSI PENDIDIKAN MELALUI MUATAN LOKAL

1.Pengertian

Sesuai denagn SK Mendikbud No.0412/21/1987 tentang penerapan muatan lokal kurikulm sekkolah dasar,muatan lokal di artikan sebagai progran pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitknan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan budaya serta kebutuhan pembangunan daerah yang perlu di ajarkan kepada siswa

Seperti diungkapkan dalam pengertian muatan lokal maka kita akan mempelajarimuatan lokal sebagai komponen, kedudukan, dan fungsinya dalam kurikulum di SD

a. Muatan lokal sesbagai komponen kurikulum

Bab IX pasal 37 UU RI No.2 tahun 1989 tentang sisdiknas menyatakan bahwa:”kurikulum di susum untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional denagn memperhatikan tahap perkembangan pesrta didik dan kesesuainya dengan lingkungan kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan IPTEK serta kesenian, sesuia dengan jenis dan jenjang masing-maing satuan pendidikan.”

Pada bab yang sama pasal 39 ayat (1),disebutkan bahwa:

“Pelaksanaan kegiatan pendidikan dalam satuan pendidikan di dasarkan atas kurikulum yang berlaku secara nasional dan kurikulum yang disesuaikan dengan keadaan, sertaa kebutuhan lingkuingan dan ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan”.

Bila kita simak keseluruhan UU RI No.2 tersebut ternyata muatan lokal tidak tersurt tetapi tersirat dalam kedua pasal tersebut. Jadi dilihat dari komponen kurikulum, muatan lokal merupakan isi kurikulum,yaitu suatui bahan kajian dari mata pelajaran yng sesuai dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan setempat

b.kedudukan muatan lokal dalam kurikulum

Muatan lokal dalam kurikulumdapat merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri atau bahan kajian suatu mata pelajaran yang telah ada. Sebagai pelajarn yang berdiri sesndiri muatn l;okal memiliki alokasi waktu tersendiri misalnya mata pelajaran bahasa daerah, pendidikan kesenian dan pendidikan keterampilan tetepi sebagai bahan kajian dari mata pelajaran, muatan lokal dapatsebagai bahan tambahan kajian dari mata pelajaran yang sudah ada namum suklar untukdinerikan alokasi waktu .

c.fungsi muatan lokal

v Fungsi penyesuaian

v Fungsi integrasi

v Fungsi perbedaan

2.Tujuan Muatan Lokal

Secara umum tujuannya adalah mempersiapkan murid agar mereka memiliki wawasan tentang lingkungannya serta sikp dan perilaku bersedia melestarikan dan mengembangkan SDA, kualitas Sosbud yang mendukung pembangunan nasional maupun setempat.

Secara lebih rinci, program muatan lokal bertujuan untuk:

a.tujuan langsung

1. bahan pelajaran lebih mudah diserap oleh murid

2. sumber belajar didaerah dapat lebih dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan

3. murid dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya unuk memecahkan masalah yang di temukan

4. murid lebih mengenal kondisi alam, lingkungan sosial dan budayayang erdapat didaerahnya

b.tujuan tidak langsung

1. murid dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerhnya

2. murid diharapkan dapat menolong orang tuanya dan dirinya sendiri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya

3. murid menjadi akrab dengan lingkungnnya dan terhindra dari kterasingan terhadap lingkungannya sendiri

3..Dasar-dasar Pengembangan Muatan Lokal

Gagasan muatan l0okal memiliki empat macam landasan,yaitu:

ü Landasan ideal

ü Landasan hukum

ü Landasan teoritik

ü Landasan demografik

4.Muatan Lokal dan Kegiatan Kurikuler

Kegiatan belajar mengajar dimana terjadi tatap mika antara guru dan muridnya disebut kegiatan intrakulikuler. Kegiatan belajar dirumah yang menunjang pemahaman bahab kajian yangb diterima dari kegiatan intrakulikuler itun di sebut sebagai korikuler sedangkan kegiatan diluar intrakulikuler dan korikuler dikategorikan sebagai kegiatan ekstrakulikuler.

Mengingat kedudukan muatan lokal dalam kurikulum sekolah dasar itu maka muatan lokal dapat dilaksanakan baik dalam kegiatan intrakulikuler,kokuler,dan ekstrakulikuler.

D.CARA MENGEMBANGKAN MUATAN LOKAL

Kegiatan pengembangan muatn lokaldi mulai dengan penentuan bahan kajian muatan lokal atau isi muatan lokalyang di lakukan melalui dua cara:

1. pengembangan bahan kajian muatan lokal bertitik tolak dari GBPP

pengembangan bahan kajian muatan lokal bertitik tolak dari GBPP, dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini:

1. pelajari GBPP semua mata pelajaran kecuali mata pelajaran pendidikan agama,pendidikan moral pancasila,dan pendidikan sejarah perjuangan bangsa.
2. Catat semua pokok bahasan atau sub pokok bahasan maupun uraian dalam GBPP yang mungkin dapat di kaitkan dengan pola kehidupan yang telah di tentukan,misalnya:pokok bahasan dan sub pokok bahasan dari GBPP kurikulum1986 yang mungkin dapat di kaitkan dengan pola kehidupan perikanan air tawar,dapat di lihat pada diagram uraian yang memperliatkan hubungan konsep satu dengan konsep lainnya sbb:

Kekayaan alam yang dapat diperbaharui
Hutan
pertanian
perikanan

Read More..

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPS TERPADU

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPS TERPADU
oleh : Ojim suryana

BAB II
MODEL PEMBELAJARAN TERPADU

A. Pengertian Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang mencoba memadukan beberapa pokok bahasan. Salah satu diantaranya adalah memadukan pokok bahasan atau sub pokok bahasan atau bidang studi, keterangan seperti ini disebut juga dengan kurikulum (DEPDIKBUD, 1990: 3), atau pengajaran lintas bidang studi (Maryanto, 1994: 3).
Secara umum pembelajaran terpadu pada prinsipnya terfokus pada pengembangan perkembangan kemampuat siswa secara optimal, oleh karena itu dibutuhkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran terpadu siswa dapat pengalaman langsung dalam proses belajarnya, hal ini dapat menambah daya kemampuan siswa semakin kuat tentang hal-hal yang dipelajarinya.
Pembelajaran terpadu juga suatu model pembelajaran yang dapat dikatakan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna pada pembelajaran terpadu artinya, siswa akan memahami konsep-konep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkan dengan konsep yang lain yang sudah mereka pahami.


Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Tim Pengembang D-2 PGSD dan S-2 Pendidikan Dasar (1997 : 17) yang mengatakan bahwa “ pembelajaran terpadu adalah suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna kepada siswa”.
Pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik individu maupun kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik.

Berdasarkan uraian di atas maka pembelajaran terpadu sebagai berikut:
1. Pembelajaran dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain baik berasal dari bidang studi yang bersangkutan ataupun lainnya.
2. Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai bidang studi yang mencerminkan dunia nyata disekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak.
3. Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara simultan.
4. Menggabungkan sebuah konsep dalam beberapa bidang studi yang berbeda dengan harapan anak akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.

B. Konsep Pembelajaran Terpadu
Kecenderungan konsep pembelajaran terpadu diyakini sebagai suatu pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran anak. Pendekatan ini berangkat dari suatu paham bahwa pembelajaran terpadu merupakan suatu konsep dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak.
Adapun untuk dapat melaksanakan pembelajaran terpadu, beberapa hal yang diperlukan antara lain adalah:
1. Kejelian guru dalam mengantisipasi pemanfaatan berbagai arahan pengait konseptual intra ataupun antar bidang studi.
2. Penguasaan material dan metodologi terhadap bidang-bidang studi yang bisa dikaitkan.
3. Wawasan kependidikan yang mampu membuat guru selalu waspada untuk memanpaatkan setiap keputusan dan tindakan untuk memberikan uraian nyata bagi pencapaian tujuan utuh pendidikan.

Untuk mempermudah ilustrasi proses pembelajaran terpadu, dapat dilihat melalui alur proses seperti dibawah ini:

Topik/tema

Pertanyaan-pertanyaan dari Topik/tema

Bagaimana guru dapat menyusun kegiatan pembelajaran?

Kegiatan apa saja yang dapat meliputi pertanyaan di atas?

Pembelajaran Terpadu
Kegiatan yang melibatkan aspek kognitif, afektif dan fsikomotormelalui keterpaduan beberapa mata pelajaran

(Hilda Karli, 2003: 52)
Bagan Alur Proses Pembelajaran Terpadu
Berdasarkan bagan diatas kecenderungan pembelajaran terpadu diyakini sebagai pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Pendekatan ini berangkat dari teori pembelajaran sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak, pelaksanaan pendekatan ini bertolak dari suatu topik atau tema-tema yang dipilih/dikembangkan guru bersama anak, tujuan dari tema ini bukan untuk literasi bidang studi, akan tetapi konsep-konsep dari bidang studi terkait dijadikan alat dan wahana untuk mempelajari topik dan tema tersebut.

C. Karakteristik Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran terpadu memiliki beberapa macam karakteristik, seperti menurut Hilda Karli (2003: 53) mengungkapkan bahwa:
Pembelajaran terpadu memiliki beberapa macam karakteristik, diantaranya:
1. Berpusat pada anak (studend centerd).
2. Memberi pengalaman langsung pada anak.
3. Pemisahan antara bidang studi tidak begitu jelas.
4. Menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran.
5. Bersipat luwes.
6. Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
7. Holistik, artinya suatu peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu di amati dan di kaji dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak.
8. Bermakna, artinya pengkajian suatu penomena dari berbagai macam aspek memungkinkan terbentuknya semacam jalinan skemata yang dimiliki siswa.
9. Otentik, artinya informasi dan pengetahuan yang diperoleh sipatnya menjadi otentik.
10. Aktif, artinya siswa perlu terlibat langsung dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasi.
Wujud lain dari implementasi terpadu yang bertolak pada tema, yakni kegiatan pembelajaran yang dikenal dengan berbagai nama seperti pembelajaran proyek, pembelakaran unit, pembelajaran tematik dan sebagainya.
Adapun kelebihan-kelebihan pembelajaran terpadu diantaranya:
1. Pengalaman dan kegiatan belajar anak akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan anak.
2. Kegiatan yang dipilih sesuai dengan dan bertolak pada minat dan kebutuhan anak.
3. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi anak sehingga hasil belajar akan dapat bertahan lebih lama.
4. Pembelajaran Terpadu menumbuh kembangkan keterampilan berpikir anak.
5. Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui dalam lingklungan anak.
6. Menumbuh kembangkan keterampilan sosial anak seperti kerja sama, toleransi, komunikasi dan respek terhadap gagasan orang lain.
Selain kelebihan pembelajaran terpadu juga memiliki keterbatasan terutama pada pelaksanaannya, terutama pada aspek evaluasi yang lebih banyak menuntut guru untuk melakukan evaluasi tidak hanya terhadap hasil tetapi juga terhadap proses.

D. Tipe Pembelajaran Terpadu antar Bidang Studi dan Intra Bidang Studi
Fogarty memperkenalkan 10 model pembelajaran terpadu yakni: fragmented, connected, nested, seguenced, shaved, webbed, threaded, integrated, immersed, networked.
Kesepuluh model tersebut dibagi ketiga tipe. Tipe yang pertama adalah tipe pembelajaran terpadu dalam satu disiplin ilmu (fragmented, connected, nested), tipe kedua yakni pembelajaran terpadu antara bidang studi (seguenced, shaved, webbed, threaded, integrated), tipe ketiga adalah keterpaduan dalam faktor siswanya (immersed, networked), (Fogarty, 1991: XV).

BAGAN
Tipe Pembelajaran Terpadu antar Bidang Studi

a. Seguenced (bertahap) b. Shaved (berbagi)

c. Webbed (jaring laba-laba) d. Threoded (bergalur)

e. Integrated (terpadu)

Tipe Keterpaduan dalam Satu Disiplin Ilmu

Fragmented Nested Connected
Tipe Keterpaduan dalam Faktor Siswa

Immersed Networked
E. Perencanaan Pembelajaran Terpadu Model Integreted
Perencanaan pebelajaran pada hakikatnya adalah rangkaian isi dan kebutuhan pembelajaran yang bersipat menyeluruh dan sistematis yang digunakan sebagai pedoman dari guru dalam mengelola proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran terpadu sangat ditentukan oleh seberapa jauh pembelajaran terpadu itu direncanakan dan dikemas sesuai dengan kondisi peserta didik seperti minat, bakat, kebutuhan dan kemampuan peserta didik.

BAGAN
Langkah-langkah pembelajaran terpadu

Memberi tanda PB/SPB yang dipadukan dan menghubungkannya
Menentukan jenis mata pelajaran yang akan dipadukan
Menyusun daftar PB/SPB mata pelajaran yang dipaduklan

Membaca dan mengkaji uraian PB/SPB

Menentukan tema pemersatu

Penguraian lanjut PB/SPB yang dipadukan
Membuat satuan pembelajaran/rencana masing-masing mata pelajaran

F. Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu Model Integreted
Untuk model keterpaduan maka proses pembelajaran terpadunya dapat dikemukakan dalam tabel berikut:

Perencanaan Pelaksanaan Kulminasi
Peta konsep berbagai bidang studi

Konsep-konsep berhubungan

Rancangan aktivitas belajar Pelaksanaan tugas

Analisis hasil

Penyusunan laporan Penyajian laporan

Evaluasi

Adapun langkah dan tahapan dalam pembelajaran terpadu model integreted yaitu:
a. Langkah guru merancang program rencana pembelajaran dengan mengadakan penjajakan tema dengan cara curah pendapat (brain stroming).
b. Tahap pelaksanaan melakukan kegiatan:
1. Proses prengumpulan informasi.
2. Pengelolaan informasi dengan cara analisis komparasi dan sintesis.
3. Penyusunan laporan, dapat dilakukan dengan cara verbal, gravisi, victorial, audio, gerak dan model.
c. Tahap kulmunasi dilakukan dengan:
1. Penyajian laporan (tertulius, oral, unjuk kerja, produk).
2. Penilaian meliputi proses dan produk dengan menggunakan prosedur formal dan informal dengan tekanan pada penilaian produk.
Model ini merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan antar bidang studi, yaitu dengan cara menggabungakan bidang studi dengan cara menetapkan prioritas kurikuler dan menemukan keterampilan, konsep dan sikap yang saling tumpang tindih didalam beberapa bidang studi.

BAGAN
Integrated (terpadu)

Matematika IPS

-Membandingkan -Penggunaan peta
volume 2 bejana -Transfortasi
- Mengurutkan 3 atau Penerapan / masa lampau
lebih bejana berisi percobaan
air berdasarkan
volumenya

Pemecahan masalah AIR Keterampilan

-membaca wacana -Percobaan
dengan intonasi yang untuk menunjukan
benar Pelaporan bahwa air
-menceritakan isi mempunyai
wacana tekanan
- menyimpulkan isi
wacana

Bahasa Indonesia IPA

Adapun kekuatan dan kelemahan model integreted yaitu:
Kekuatan :
1. Memudahkan siswa untuk mengarahkan keterkaitan dan keterhubungan diantara berbagai bidang studi.
2. Memungkinkan pemahaman antar bidang studi dan memberikan penghargaan terhadap pengetahuan dan keahlian.
3. Mampu membangun motivasi.
Kelemahan:
1. Sulit diterapkan secara penuh.
2. Menuntut keterampilan guru dalam percaya diri dan penguasaan konsep sikap juga keterampilannya.
3. Menghendaki tim antar bidang studi yang kadang-kadang sulit dilakukan baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan.
4. Mengintegrasikan kurikulum dengan konsep-konsep dari masing-masing disiplin menuntut komitmen terhadap berbagai sumber.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Model pembelajaran terpadu model integrated dapat meningkatkan aktifitas dan kreativtas siswa. Yaitu peningkatan hasil belajar siswa dalam hubungannya dengan penguasaannya materi pokok, sikap dan keterampilan siswa dalam pembelajaran di kelas. Tentunya dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan dari pembelajaran terpadu integrated.

B. Saran
Guru diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan dalam proses pembelajaran serta harus menerima suatu hal yang baru konseptual teknik, metode dan model pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Collins – Dikon, G, H. 1991. Integreted Learning. Australia : Book Stelf Publising
Hadi, Tisno Subroto & Ida Siti Herawati. 2002. Pembelajaran Terpadu. Jakarta : Pusat Penerbitan Unipersitas Terbuka
Karli, H. 2003. Head, Head, Heart. Bandung. Bina Media Informasi
Maryanto, A. 1994. Kurikulum Lintas Bidang Studi. Jakarta : Gramedia
Syaefuddin, Udin Saud & Novi Resmini. 2006. Pembelajaran Terpadu. Bandung : UPI PRESS
Tim Pengembang PGSD. 1997. Pembelajaran Terpadu D-II PGSD dan S-2 Pendidikan Dasar. DEPDIKBUD

Read More..

KTSP tak Bertentangan dengan UN Mulyasa, ”Persoalannya, Mengapa UN Menjadi Standar Kelulusan?”

Meskipun kurikulum satuan tingkat pendidikan (KSTP) mengacu pada semangat desentralisasi yang direalisasikan melalui kebijakan manajemen berbasis sekolah (MBS), penetapannya tidak bertentangan dengan ujian nasional (UN) yang lebih bersifat sentralistik. Penetapan KTSP tetap mengacu pada Permendiknas yang juga digunakan dalam menetapkan UN. Selain itu, KTSP dan UN merupakan hasil kajian Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang ditunjuk pemerintah berkaitan dengan persoalan-persoalan kependidikan di Indonesia.

Penulis buku ”KTSP” Dr. E. Mulyasa menyampaikan hal tersebut pada bedah buku ”KTSP” di Aula Unpas, Jumat (30/3) yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unpas. Buku yang diterbitkan Rosda Karya ini tidak hanya memuat teori dan kebijakan KTSP, tetapi juga praktik penyusunan silabus KTSP.


Menurut Mulyasa, KTSP tidak lain merupakan perangkat dari rencana besar pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Kebijakan tersebut mengacu pada semangat otonomi daerah di mana segala proses pendidikan diserahkan kepada daerah.

Semangat ini kata dia, lebih dikenal dengan sebutan semangat desentralisasi yang direalisasikan melalui program manajemen berbasis sekolah (MBS), di mana proses pendidikan tidak lagi mengacu pada konsep behaviorisme tetapi pada konsep konstruktivisme.

Cakupan KTSP menurut Mulyasa terdiri atas 8 standar, meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik/tenaga kependidikan, standar sarana/prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dari semua standar tersebut, pemerintah baru penetapkan 2 standar secara nasional, yakni standar isi dan standar kompetensi lulusan.

”Sedangkan untuk standar lainnya masih dalam pembicaraan dan belum diberlakukan secara nasional. Terutama, pemerintah belum berani menetapkan standar dalam biaya pendidikan karena masih beragamnya tingkat kemampuan daerah,” kata Mulyasa.
Menjawab kontradiksi antara KTSP dengan UN, Mulyasa mengatakan, tidak ada kontradiksi. Kesalahan yang terjadi bukan pada UN yang bertentangan dengan KTSP, tetapi penetapan UN yang dijadikan sebagai standar kelulusan oleh pemerintah. ”Kebijakan ini yang salah, UN dijadikan standar kelulusan. Tapi kalau UN dengan KTSP, tidak ada pertentangan di antara keduanya,” terang dia.

Perihal tingkat kemampuan sekolah dan guru yang masih beragam, Mulyasa membeberkan, KTSP justru dapat meminimalkan keterbatasan kemampuan yang dimiliki sekolah. Sekolah dapat membuat kurikulum sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Karena, KTSP memang sangat terbuka untuk memasukkan unsur lokal ke dalamnya.

Sedangkan untuk peningkatan kualitas guru untuk terpenuhinya KTSP, Mulyasa menyebutkan, semua tergantung dari semakin gencarnya pelatihan yang diberikan pemerintah kepada guru, termasuk sosialisasi KTSP ke berbagai daerah yang dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. ”Jadi, justru saat inilah momen bagi guru untuk memperbaiki kualitas dan kompetensi. Apalagi UU Guru dan Dosen mensyaratkan adanya sertifikasi,” ujarnya menambahkan.

Seminar yang dipandu wartawan ”HU Pikiran Rakyat” Eriyanti ini, diikuti sejumlah guru di Kota Bandung dan calon guru dari FKIP Unpas. Selain peserta antusias bertanya tentang kurikulum terbaru ini, banyak pula yang ingin mengetahui tentang proses sertifikasi.

Menjawab perihal tersebut, Mulyasa mengatakan, proses sertifikasi guru diberlakukan pemerintah bertujuan mengangkat harkat derajat guru. Para guru yang sudah berstatus S-1 (sarjana) diharapkan segera mengikuti proses sertifikasi profesi. Kompensasi sertifikasi tersebut akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru. ”Gaji guru nantinya tidak kurang dari Rp 3 juta,” ujarnya disambut aplaus para peserta. (A-148)***

Sumber: HU Pikiran Rakyat

Read More..

Minggu, 01 Maret 2009

SELAMAT DATANG UJIAN NASIONAL 2009


SELAMAT DATANG UN 2009
Semua sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA dengan gegap gempita dan harap-harap cemas menyambut kedatangan Ujian Nasional, begitu juga Sekolah Indonesia Luar negeri (SILN). Jadwal Ujian Nasional Utama yang akan di laksanakan tanggal: 11-13 Mei 2009 untuk SD, 27-30 April 2009 untuk SMP dan tanggal 20-24 April 2009 untuk SMA

Program Pengayaan (enrichment) , adalah program yang biasa dilaksanakan oleh pihak sekolah untuk membekali para siswanya untuk menghadapi ujian dan dilaksanakan setelah jam pelajaran berakhir, atau mungkin dilaksanakan pada jam ke-nol sebelum pelajaran pertama pada setiap harinya. Penambahan porsi belajar siswa akan memberi beban ekstra baik pada guru, murid dan orang tua dan tentunya sekolah.

Seorang guru yang melakukan program pengayaan tidak hanya berbekal kumpulan soal (bank soal) dan di berikan kepada siswanya secara drill, tetapi harus memberikan bimbingan terhadap soal-soal yang dikerjakan siswa, baik berupa : teori dasar, tips dan triks, dan yang tak kalah pentingnya yaitu memberikan motivasi. Kerjasama antara sekolah dan orangtua yang baik dan saling bertanggungjawab adalah sangat di perlukan dalam menghadapi ujian nasional, sekolah harus menginformasikan secara terbuka programnya dalam rangka persiapan menghadapi ujian, dan orangtuapun harus memahami dan memfasilitasi program tersebut demi kemajuan anak. Sehingga sharing beban dan tanggungjawab tidak sepihak. Peran orangtua sebagai motivator di rumah terhadap anak sangat penting, mendampingi dan memfasilitasi anak dalam belajar akan berdampak positif terhadap semangat juang si anak, apapun alasannya anak kita pada saat ini akan mengukir sejarah dalam hidupnya, dan akan mempersembahkan karya besar (magnum ophus) terhadap keluarga.

Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standard kelulusan UN sebagai berikut : memiliki nilai rata-rata minimal 5.50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan 4,25 untuk mata pelajaran lainnya.

Kisi-kisi ujian nasional sudah tersebar di pelbagai media cetak ataupun elektronik, bahkan para aktivis dunia maya sudah banyak menyajikan menu yang berhubungan dengan ujian nasional yang berupa kisi-kisi (SKL), bahan pelajaran, soal UN tahun sebelumnya bahkan prediksi soal 2009. Kontribusi para blogger sangat positif dalam rangka memudahkan siswa mencari sumber belajar dan soal untuk di jadikan bahan referensi belajar dan latihan. Berikut links situs yang di ambil dari blog ” menuju un sma “ :
Download POS UN UNTUK SMP_MTs, SMPLB, SMALB, dan SMK Tahun Pelajaran 2008 - 2009 (1.3 MB)
Sumber: BSNP
Bahan Belajar , soal latihan, prediksi soal UN 2009
Bank Soal Sebarin dot com
Naskah Soal UAN Tahun Pelajaran 2002/2003Naskah Soal UAN Tahun Pelajaran 2003/2004
NASKAH 2006 (puspendik)
Indonesian Virtual Company (InVirCom) Homepage
OKE - Open Knowledge and Education - Sekolah2000
Gemari.or.id
Matematika SMA
Soal UAN - Indonesia Final Exam Resources
Bank Soal - E-dukasi
Soalsoal.wordpress.com
Soal ujian
www.komitmi.org :: Bank Soal Matematika SMP | SMA IPS | SMA IPA :: fhd
YAYASAN PENDIDIKAN NASIONAL KARANGTURI - BANK SOAL UJIAN NASIONAL
Digital Software Bank Soal Pro Bank Soal Manager Bank Soal Test Online SPMB
Bank Soal Online
http://soalsoal.freeweb7.com/soal/
Semoga sukses dalam menghadapi ujian nasional 2009. pacu terus prestasi.

Read More..
Template by : kendhin x-template.blogspot.com